5 Juni 2020 mall akan segera dibuka

Kebijakan “New Normal” Akan Segera Di Terapkan

Pemerintah Pusat saat ini mengubah dari kampanye Lawan Covid-19 menjadi kampanye New Normal sebagai bentuk transformasi kebijakan yang akan disosialisasikan kepada masyarakat. Hal ini mengacu kepada pernyataan Direktur Kedaruratan WHO (World Health Organization) dr. Mike Ryan menyatakan bahwa” Virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 mungkin tak akan pernah hilang meski nanti ada vaksin. Vaksin tersebut berfungsi untuk mengendalikan virus dan bukan untuk menghilangkan virus dari muka bumi,”ucap Ryan dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Rabu (13/5/2020).

Ryan sendiri mengaku tidak percaya pada siapapun yang membuat prediksi kapan penyakit Covid-19 akan hilang.

“Saya tidak percaya pada siapa pun yang dapat memprediksi kapan penyakit itu (Covid-19) akan hilang,” ungkapnya seperti dilansir Science Alert, Kamis (14/5/2020).

Ketua Asosiasi Pusat Belanja APPBI Ellen Hidayat mengatakan,”Penerapan  dibuka kembali pusat perbelanjaan pada tanggal 5 Juni 2020,bukan berarti karena pandemi Covid-19 sudah usai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, melainkan di era New Normal ini akan ada beberapa penyesuaian.

Oleh karena itu Pemerintah Pusat mengambil kebijakan New Normal tersebut dengan  syarat dan kondisi yang disesuaikan nantinya.

“Dibukanya mal bukan berarti masyarakat bisa berperilaku normal seperti sebelum adanya virus corona di Indonesia. Pihak pengelola pun harus memperhatikan sejumlah aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Ellen Hidayat Ketua Asosiasi Pusat Belanja (APPBI) pada Hari Jumat (22/5/2020).

Ellen mengatakan bahwa “dibukanya kembali pusat perbelanjaan pasti sudah menjadi incaran masyarakat. Ellen pun sudah memantau beberapa skenario yang akan dilaksanakan ketika terjadi lonjakan pengunjung,”ujarnya kepada Media.

Dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan oleh pihak pengelola, diharapkan para pegawai dapat mengikuti seluruh tata laksana.

“Setiap mal sudah mempunyai SOP dimana ada security dan customer service yang akan mengatur antrean berjarak bila memang terjadi banyak orang. Semua pengunjung yang naik eskalator juga diminta berjarak,” jelasnya.

Selain itu, pengunjung yang akan memasuki toko pun jumlahnya dibatasi. Hal ini dilakukan demi mencegah penularan virus corona yang hingga saat ini tengah mencapai lebih dari 20 ribu kasus positif di Indonesia.

Pengusaha Sandiaga Uno memaparkan pendapatnya mengenai pemberlakuan konsep “New Normal” di tengah pandemic Virus Corona-19 di Indonesia bahwa di masa-masa krisis seperti saat ini, pemerintah Indonesia berada di dalam kondisi yang sulit,” ucapnya seperti yang dilansir Kontan.co.id.

“Ini memang menjadi buah simalakama bagi para pembuat kebijakan yang sangat startegis,kebijakan public. Tapi buat saya simple,semua kebijakan harus berbasis data. Data yang kali ini harus digunakan, yang menjadi landasan adalah data-data dari tim medis,tenaga kesehatan,dokter atauahli yang menyatakan kita sudah bias melewati masa-masa kritis atau masa-masa puncak sehingga bisa melakukan relaksasi,”ungkap Sandiaga dalam video conference pada Hari Jumat (23/05/2020) malam.

Post Author: Meika Ardhianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *