Video: Artis Tengku Rina Doa dan Mengenang Seniman dan Budayawan Lewat Tahlil Kebudayaan

Jakarta – Malam itu Tengku Rina memberikan sambutan sebagai Ketua Panitia Acara ‘Tahlil Kebudayaan, Doa dan Mengenang Lima Pelaku Seni dan Budaya’ yang sudah meninggal dunia. Kelima seniman tersebut adalah almarhum Ajib Rosidi, Rijal Tepo, Syaiful, Hedriques David, Sapardi Djoko Damono.

Kelima almarhum dikenal sebagai pejuang dan penggerak Forum Peduli Taman Ismail Marsuki dengan tagline tagar #SaveTIM.

Artis film, sineteron dan opera ini mengatakan, untuk mengenang kelima seniman dan budayawan tersebut kita mendoakan dan terus mengenang mereka lewat karya-karya yang sudah ditorehkan. Katanya acara ini adalah bentuk penghormatan dan apresiasi kepada kelima almarhum.

“Kelima pelaku seni dan budaya tersebut adalah sosok-sosok memiliki kontribusi dan pengalaman dalam mengembangkan seni dan budaya di Indonesia. Mereka termasuk orang-orang yang penggerak dan pejuang di Forum Peduli Taman Ismail Marzuki atau #SaveTIM. Sebab menurutnya, TIM dalam pembangunannya sedikit melenceng dan salah arah,” kata Tengku Rina di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu malam (15/08/2020).

Menurut pemain film The Lawyer Pokrol Bambu ini, pembangunan TIM perlu dibenahi ke arah yang benar. Agar TIM bisa menjadi rumah bersama untuk seniman dan budayawan, serta menjadi pusat seni dan kebudayaan di Indonesia.

“Apalagi Gubernur Anies Baswedan sudah berjanji akan memisahkan antara Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan. Jadi jelas mana ranah bisnis dan ranah budaya, ranah penghidupan dan kehidupan. TIM harus menjadi tenda kulturan para seniman dan budayawan,” tandas Rina sapaan akrabnya.

Kata Rina sebagai sosok pemeran ‘Maria Zaitun’ saat tampil di Lyceum Belarusia State University, Minsk, Belarusia mewakili Indonesia dalam kompetisi even ‘XVI Teatralny Kufar International Theatre Festival, dengan katagori Amateur Youth, dalam pertujukan teaternya dengan konsep Republic Of Performing Arts ini menjelaskan, pelaku seni dan budaya memiliki peran penting dalam menguatkan kehidupan masyarakat. Dimana supaya memiliki rasa cinta kepada budaya dan tentu memiliki rasa cinta kepada bangsa Indonesia.

“Lewat karya-karya seni dan budaya kelima almarhum Ajib Rosidi, Rijal Tepo, Syaiful, Hedriques David, Sapardi Djoko Damono, bermanfaat bagi wawasan dan khasanah perekembangan seni dan budaya di Indonesia. Sampai saat ini karya mereka-mereka (red-almarhum) bisa dilihat dan dibaca diberbagai literasi dan koleksi film,” jelas Rina yang dikenal sahabat dekat almarhum Syaiful ‘Ipoel Pujangga’.

Dalam acara Tahlil Kebudayaan hadir Anies Baswedan memberikan sambutan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Olivia Zalleyanti membacakan puisi karya Sapardi Djoko Damono. Selanjutnya Exan Zein membacakan puisi Ajib Rosidi dan Abror melakukan testimoni perjalanan diri saat mengenal almarhum Ajib Rosidi.

Anies Baswedan hadir ditemani Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan beberapa Staf Pemprop DKI Jakarta di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu malam (15/08/2020). Tampak juga hadir Radhar Panca Dahana selaku budayawan, Olivia Zalleyanti artis film/sinetron, Exan Zein producer/seniman, Tengku Rina artis film/sinetron selaku Ketua Panitia Acara dan beberapa pelaku seni lainnya.

Selain itu untuk mengenang kelima almarhum, What Voice yang personalnya terdiri dari Mogan Pasaribu, Jalie Gimbal, Cilay dan Dompak menyumbangan beberapa lagu. Group vokal ini adalah musisi yang sudah tampil dan go international.

Bahkan demi mengingat kelima almarhum, Panitia ‘Tahlil Kebudayaan Doa dan Mengenang Almarhum Ajib Rosidi, Rijal Tepo, Syaiful, Hedriques David, Sapardi Djoko Damono’ memberikan lukisan sketsa dibingkai lapisan warna emas. Lukisan sketsa foto profil para almarhum dibuat oleh Abi asal Medan, pelukis yang sering terlibat dalam kegiatan seni dan budaya di Taman Ismail Marzuki. (red)

Video/Penulis: RB. Syafrudin Budiman, SIP

Sumber: https://topikini.com/video-artis-ten…ayawan-senior/

Post Author: admin

Syafrudin Budiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *